Umum

Setting Indikator Zigzag Forex Terbaik

Indikator Zigzag intinya bukan merupakan indikator forex. Namun, ia dapat memilih perubahan harga yang memenuhi perubahan persentase minimum. Chartis mampu memakai indikator ini untuk mengidentifikasi perubahan harga yang signifikan dan menyaring perubahan harga yang tidak signifikan. Artikel ini akan menyajikan beberapa aplikasi yang berkhasiat, dan berbeda terkait dengan setting indikator zigzag yang akurat dalam trading Forex.

Setting Indikator Zigzag Yang Akurat

Indikator Zigzag memplot poin pada grafik setiap kali harga berbalik dengan persentase yang lebih besar dari variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Sebuah garis lurus akan digambarkan, untuk menghubungkan poin-poin ini. Indikator Zigzag dapat dipakai untuk membantu trader mengidentifikasi tren harga. Indikator ini dapat menghilangkan fluktuasi harga acak dan berupaya untuk menunjukkan sebuah perubahan tren. Garis zigzag hanya akan muncul saat terdapat perubahan harga di antara swing high dan swing low yang lebih besar dari persentase yang ditentukan; biasanya 5%. Dengan menyaring pergerakan harga minor, indikator ini membuat tren menjadi lebih mudah dikenali pada semua time frame.

Lanjutkan membaca atau mulai bermain robot forex autopilot untuk mempelajari setting Indikator Zigzag yang akurat secara langsung.

  • Cara Menghitung Indikator Zigzag
  • Pilih titik awal (swing high atau swing low).
  • Pilih % pergerakan harga.
  • Identifikasi swing high atau swing low selanjutnya yang berbeda dari titik awal => % pergerakan harga.
  • Gambar garis tren dari titik awal ke titik baru.
  • Identifikasi swing high atau swing low selanjutnya yang berbeda dari titik awal => % pergerakan harga.
  • Gambar garis tren.
  • Ulangi untuk swing high atau swing low terbaru.

Informasi Apa yang Bisa Anda Dapatkan Dari Zigzag Pattern?

Zigzag Pattern sering digunakan bersama dengan Elliot Wave Theory untuk menentukan posisi setiap wave dalam siklusnya secara keseluruhan. Trader dapat bereksperimen dengan pengaturan persentase yang berbeda untuk melihat mana yang memperlihatkan hasil terbaik. Sebagai pola, pengaturan 4% dapat memilih wave lebih terperinci dibandingkan pengaturan 5%. Saham memiliki polanya sendiri, sehingga ada kemungkinan bahwa trader perlu mengoptimalkan pengaturan persentase Indikator Zigzag agar sesuai dengan saham tersebut.

Meskipun Zigzag Pattern tidak mampu memprediksi tren di kurun depan, namun ini dapat membantu untuk mengidentifikasi zona Support dan Resistance yang potensial di antara swing high dan swing low yang digambarkan. Garis Zigzag juga dapat menggambarkan sebuah contoh pembalikan, adalah Double Bottom dan Head and Shoulder Top. Trader dapat menggunakan indikator teknikal yang populer seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic Oscillator untuk mengkonfirmasi overbought atau oversold suatu harga saham ketika garis Zigzag berubah arah.

Investor momentum mungkin akan menggunakan indikator ini untuk tetap mempertahankan posisi sampai garis Zigzag mengkonfirmasi ke arah yang berlawanan. Misal, jikalau investor memiliki posisi beli, maka mereka tidak akan menjualnya hingga indikator Zigzag turun.

ZigZag Pattern – Entry Harga

Setelah titik terendah atau tertinggi sementara teridentifikasi, trader mampu memilih untuk membuka posisi trading berdasarkan contoh tren, seperti 1-2-3 pattern. 1-2-3 Zigzag Pattern yakni bab final, koreksi, retest, dan rebound. Zigzag Pattern biasanya terjadi pada selesai tren dan swing (yakni indikasi perubahan tren). Indikator ini juga mampu ditemukan dalam pasar yang ranging, atau terjadi dikala momentum arah tren berkurang. Dengan menggunakan Indikator Zigzag, anda mampu mengidentifikasinya dengan gampang.

Harmonic Pattern

Dalam dua pola yang diberikan di bawah ini, kita mampu melihat bagaimana Indikator Zigzag tidak repaint dan membantu trader untuk menemukan rasio harmonic pattern. Namun, masalah umum dari menggunakan Indikator Zigzag dalam menggambarkan harmonic pattern yakni bahwa garis terakhir dari harmonic pattern kemungkinan akan repaint.

AB=CD Pattern

AB=CD Pattern ialah empat struktur titik harga di mana segmen harga awal sebagian mengalami retrace dan kemudian diikuti oleh pergerakan yang sama dikala pullback simpulan. Dalam AB=CD Pattern klasik, BC ialah retracement 61.8%-78.6% dari AB, dan CD yaitu extension 127.2%-161.8%. Untuk penggambaran ABCD Pattern serta Bat Pattern ke dalam grafik, anda bisa menggunakan indikator Zigzag.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *